Temulawak atau dalam bahasa latin disebut Curcuma Xanthorrhiza Roxb merupakan tumbuhan tahunan yang hidup merumpun dan berbatang semu berupa gabungan beberapa pangkal daun yang terpadu. Tanaman ini memang biasanya digunakan sebagai bahan jamu tradisionil dan punya banyak khasiat bagi kesehatan. Tiap batang memiliki 2-9 helai daun, bunganya berukuran pendek dan lebar, warna putih atau kuning tua dan pangkal bunga berwarna ungu.
CA Nidom MS, staf pengajar Fakultas Kedokteran Hewan yang juga Ketua Tropical Disease Diagnostic Center Universitas Airlangga (Kompas 28/9/2005), curcuma berfungsi sebagai antisitokin. Menurutnya, bila seorang terinfeksi virus Avian Influensa (Flu Burung) maka kadar sitokin dalam tubuhnya bakal meningkat. Kenaikan ini menjadi berbahaya lantaran sitokin bisa merubah oksigen (O2) menjadi peroksida (H2O2) yang meracuni sel-sel paru. “Dengan antisitokin, jumlah sitokin dalam tubuh akan ditekan sehingga produksi peroksida juga berkurang. Akibatnya sel-sel paru bisa dicegah,” jelasnya.
Tumbuhan ini dapat berbunga terus-menerus sepanjang tahun secara bergantian yang keluar dari rimpangnya. Rimpang induk dapat memiliki 3-4 buah rimpang. Warna kulit rimpang cokelat kemerahan atau kuning tua, sedangkan warna daging rimpang oranye tua atau kuning.